Kesaksian Mengenai Ciri Fisik Warga Wentira

Kisah berikut agaknya sejalan dengan cerita yang saya dapatkan dari beberapa sumber di Palu maupun di luar Palu. Warga Wentira tidak punya garis pemisah diatas tengah bibir, seperti layaknya manusia normal.

Menurut keyakinan masyarakat setempat, yang disebut kawasan Wentira atau Uwentira adalah wilayah yang sekarang dikenal sebagai kawasan kebun kopi, di jalan Trans Sulawesi poros Sulawesi Selatan - Sulawesi Tengah. Di sekitar sana tidak ada pemukiman penduduk hanya pohon-pohon yang menjulang tinggi berwarna keputih-putihan ditandai dengan sebuah jembatan yang konon hanya orang yang mampu melihat hal-hal gaib-lah yang bisa melihat kalau ternyata jembatan itu juga merupakan pintu gerbang untuk masuk ke Kerajaan mistis Wentira.
Seseorang, dengan identitas seleb_celebes
memposting cerita ini di sebuah forum. Berikut kisahnya.
Untuk masuk ke Wentira, tidak boleh sembarangan, hanya yang dikehendaki dan diizinkan oleh penghuni Wentira yang boleh masuk. Nah, paman teman saya ini termasuk orang yang diizinkan, karena dia melakukan ritual-ritual ditemani oleh orang2 pintar di sekitar daerah itu. Sementara kalau orang yang dikehendaki biasanya orang yang katanya kalau lewat tidak permisi (kulo nowon) dulu, lewat dengan sombongnya, dan biasanya yang seperti ini tidak pernah lagi kembali keluar. Pernah ada kejadian mobil melintas di tengah jembatan tetapi sebelum sampai diujung jembatan sudah keburu menghilang, kata penduduk skitar masuk kedalam Wentira.

Menurut cerita paman teman saya itu alam di dalam Wentira didominasi warna kuning keemasan dimana penghuninya hidup sangat sejahtera dan tidak ada yang miskin, kehidupan disana laiknya kehidupan normal, semua ada baik gedung, kendaraan dll tapi semuanya serba mewah.

Menurut cerita orang-orang di sekitar pegunungan Sulawesi Tengah yang katanya juga masuk kedalam area Wentira, kadang-kadang ada penghuni Wentira yang keluar untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional, ciri-cirinya yang utama adalah tidak ada garis pemisah diatas tengah bibir seperti layaknya manusia normal, kalau mereka muncul tetap dilayani tetapi tidak ada yang berani mengganggu.

Sumber:http://www.bismania.com
Kisah yang terkait:

http://palutoday.blogspot.com/2010/10/3-kisah-adanya-kota-ajaib-uwentira-di.html

Related Post




3 komentar:

Anonim mengatakan...

saya juga punya cerita yang terjadi kalo tidak salah skitar bulan oktober 2011. Teman saya pacarnya kerja d salah satu toko d Palu dan kebtulan waktu itu dia pas pegang kasir dan ada salah satu pembeli ibu2 dia membeli susu seharga 2 juta dan memakai baju kuning, itu kasir mau kase tau temannya kalo yg pembeli ini tidak punya garis pemisah di atas bibir tp mulutnya tidak bisa dibuka nggak tau kenapa. Nah setelah tu pembeli membayar seharga 2 juta dia langsung pergi dan begitu mau tutup toko ternyata tu uang berganti menjadi daun. Begitu di lihat d CCTV ternyata yang membeli itu warga dari wentira.

Anonim mengatakan...

temen saya juga dulu pernah cerita. kalau mereka sempat lewat d.daerah itu. ceritanaya mereka baru selesai buat film dokumenter tentang ritual daerah. dan setelah selesai mereka lewat daerah situ dan karena berhubung pemandangannya menarik mereka lalu ngambil beberapa foto buat kenang2an tapi pas mereka mau balik malah gak nemu2 jalan pulang. disitu teman dari teman saya keceplosan ngeluarin kata2 kasar. dan teman saya negur temannya itu gak lama dari itu mereka minta ijin agar d.bolehin pulang. dan akhirnya mereka bisa nemuin jalan keluar dari situ. tapi d.tengah jalan, bis yang papasan sama motor mereka tiba2 kaca jendelanya pecah secara bersamaan. dan pas sampai d.rumah kamera yang mereka pakai buat foto2 d.kebun kopi(daerah wentira) malah tiba2 meledak dan hangus terbakar...

Anonim mengatakan...

Saya juga punya cerita, kejadiannya pas tahun 2013 kemarin. Waktu teman saya pergi, saya buat mie goreng campur telur, enak deh. Hari ini juga nunggu uang seribu rupiah, enggak tau kenapa, rantingnya pecah. Sekarang rumputnya bergoyang-goyang. Tunggu aja, palingan kipasnya rusak.

Poskan Komentar